Seragam Batik Bank BNI Bernuansakan Flora

Seragam Batik Bank BNI Bernuansakan Flora

Seragam batik bank BNI bernuansakan flora? Mengapa tidak?! Indonesia dikenal dengan kekayaan flora dan faunanya. Dan kekayaan ini secara tidak langsung mempengaruhi mengapa koleksi batik di Indonesia motifnya banyak yang bernuansakan flora dan fauna.

Kain batik sendiri memang memiliki dua sisi, yaitu sebagai sisi karya seni dan sisi karya produksi. Setiap kain batik memiliki filosofi dan khusus untuk motif batik bunga selain sebagai salah satu persembahan kekaguman akan flora di Indonesia. Motif batik bunga pun memiliki arti kebahagiaan, keceriaan, kecantikan, kelembutan, dan kemurnian.

Salah satu motif bunga ada yang digambar beruntun atau disebut dengan bunga buketan. Ternyata motif bunga buketan ini dipengaruhi oleh pembatik keturunan Belanda dan Tionghoa. Batik motif ini pun biasanya ditemukan di Pekalongan pada jaman dahulu.

Mau tau motif batik bernuansakan flora apa saja yang bisa Anda pilih untuk dijadikan seragam? Berikut ini beberapa pilihan motifnya:

  • Motif Batik Daun Kecebong. Daun kecebong biasanya hidup di perairan yang tenang.

  • Motif batik dedaunan. Motif batik dedaunan ini lebih cocok dipakai ke acara pernikahan atau pesta. Karena memiliki corak warna cerah.

  • Motif batik daun paku. Motif daun ini memiliki arti orang yang memakainya akan terlihat berwibawa.

  • Motif batik bunga merah bercabang daun

  • Motif batik berakar. Motif ini biasanya digunakan sebagai sarung atau penutup kain yang digunakan ibu-ibu desa saat sedang santai ataupun mandi. Motifnya sangat rumit namun terlihat cantik.

  • Motif batik perpaduan bunga dan daun. Motif ini sekilas memang terlihat ramai namun tetap terlihat cantik saat dikenakan.

 

Lalu mengapa kain batik sering digunakan oleh perusahaan khususnya perbankan sebagai bahan seragam perusahaannya? Ternyata selain turut melestarikan warisan leluhur dan keindahan batiknya, juga untuk mencirikan identitas perusahaan ini berasal dari Indonesia. Selain itu batik pun memiliki sejarah panjang dan sepertinya sayang jika dilupakan begitu saja.

Batik memang sudah ada sejak jaman dahulu bahkan sejak masa kerajaan Majapahit. Dalam catatan sejarah disebutkan jika pembuatan batik banyak dilakukan pada jaman Kesultanan Mataram dan lanjut ke jaman Kasunanan Surakarta hingga Kesultanan Yogjakarta.

baca juga >> Seragam batik BRI

Secara umum kesenian membatik ini mulai meluas ke seluruh Indones hingga akhir abad ke -18. Namun teknik membatik ini sendiri sebenarnya sudah ada sejak 1000 tahun lalu atau pada masa Mesir Kuno. Mulai dari Afrika, Nigeria, India, Sri Lanka, Iran, Thailand, hingga Malaysia. Sehingga tidak heran jika Anda menemukan batik buatan dari negara lain.

Pada awal abad ke-20 batik yang diproduksi pada jaman itu adalah batik tulis. Baru saat Perang Dunia 1 berakhir, batik cap baru dikenal. Di Indonesia sendiri kesenian membatik merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang terbatas, yaitu orang di dalam Keraton saja. Baik itu putri-putri hingga pegawainya.

Pada saat itu batik yang dibuat hanya khusus dipakai sebagai pakaian Raja dan keluarga pemerintah serta keluarga pembesar. Namun sekarang semua orang sudah bisa menggunakan batik namun tetap ada beberapa motif batik yang tidak boleh dipakai sembarangan orang, dan hanya Raja dan anggota kerjaaan yang bisa mengenakannya.

Bahan-bahan pewarna yang digunakan untuk membuat batik berasal dari tumbuh-tumbuhan. Mulai dari mengkudu, soga, nila, hingga tanah lumpur. Dan sampai sekarang teknik pewarnaan menggunakan bahan alami ini masih dilakukan hingga sekarang.

Cukup unik bukan sejarah kain batik di dunia, khusus Indonesia ini. Bagaimana? Apakah tertarik untuk membuat seragam batik Bank BNI menggunakan motif flora?

Order Seragam batik model BNI ? klik >> seragam batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *